Cara Kerja Pemeriksaan Cacing Oxyuris Vermicularis

Pendahuluan

Cacing Oxyuris Vermicularis atau biasa dikenal dengan cacing kremi adalah parasit yang sering ditemukan pada manusia, terutama pada anak-anak. Pemeriksaan cacing kremi dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi oleh parasit ini atau tidak.

1. Pengambilan Sampel Feses

Pemeriksaan cacing kremi dimulai dengan pengambilan sampel feses. Sampel feses yang diambil harus cukup besar dan segar agar hasilnya akurat. Sampel feses dapat dikumpulkan dalam wadah khusus yang disediakan oleh laboratorium atau dapat juga menggunakan wadah plastik yang bersih.

2. Pengujian Sampel Feses

Setelah sampel feses dikumpulkan, selanjutnya dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah terdapat telur cacing kremi dalam sampel tersebut. Pengujian ini biasanya dilakukan dengan menggunakan mikroskop.

3. Identifikasi Telur Cacing Kremi

Pada pengujian sampel feses, telur cacing kremi dapat diidentifikasi dengan melihat bentuk dan ukurannya di bawah mikroskop. Telur cacing kremi memiliki bentuk oval dengan ukuran sekitar 50-60 mikrometer. Telur cacing kremi juga memiliki ciri khas berupa tonjolan pada salah satu ujungnya.

4. Interpretasi Hasil Pemeriksaan

Setelah identifikasi telur cacing kremi dilakukan, selanjutnya dilakukan interpretasi hasil pemeriksaan. Jika terdapat telur cacing kremi dalam sampel feses, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang terinfeksi oleh parasit ini.

5. Tindakan Selanjutnya

Jika seseorang terinfeksi oleh cacing kremi, selanjutnya perlu dilakukan tindakan untuk mengobati infeksi tersebut. Pengobatan biasanya dilakukan dengan memberikan obat anti-cacing yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

6. Pencegahan Infeksi Cacing Kremi

Untuk mencegah infeksi cacing kremi, perlu dilakukan beberapa tindakan seperti menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, mencuci tangan sebelum dan setelah makan atau setelah menggunakan toilet, serta memasak makanan dengan baik.

FAQ

1. Apa saja gejala infeksi cacing kremi?

Beberapa gejala infeksi cacing kremi antara lain gatal-gatal di area anus, terutama pada malam hari, susah tidur, mudah marah, dan sakit perut.

2. Siapa yang berisiko terinfeksi cacing kremi?

Orang yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih, tidak menjaga kebersihan tubuh dengan baik, serta sering berkontak dengan orang yang terinfeksi cacing kremi berisiko terinfeksi parasit ini.

3. Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi cacing kremi?

Jika terinfeksi cacing kremi, segera hubungi dokter atau tenaga medis terkait untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Kesimpulan

Pemeriksaan cacing kremi dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi oleh parasit ini atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel feses dan melakukan pengujian untuk mengetahui apakah terdapat telur cacing kremi dalam sampel tersebut. Jika terdapat telur cacing kremi dalam sampel feses, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang terinfeksi oleh parasit ini dan perlu dilakukan tindakan pengobatan yang sesuai. Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat. Silahkan baca artikel lainnya.