Cara Menentukan Entry Point Forex Dengan Strategi Crossing Ma

Forex merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko tinggi, namun juga memberikan peluang keuntungan yang besar. Oleh karena itu, setiap trader harus memiliki strategi yang baik dalam menentukan entry point agar dapat meraih profit yang optimal. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah strategi crossing MA. Pada artikel ini, kamu akan mempelajari cara menentukan entry point forex dengan strategi crossing MA.

Pengertian Crossing MA

Crossing MA atau Moving Average Crossover adalah strategi yang menggunakan perpotongan antara dua Moving Average (MA) untuk menentukan entry point. MA adalah indikator yang menunjukkan rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu. Dalam strategi ini, dua MA dengan periode berbeda digunakan untuk menghasilkan sinyal beli atau jual.

Cara Menggunakan Strategi Crossing MA

Langkah pertama dalam menggunakan strategi crossing MA adalah menentukan dua MA dengan periode berbeda. Periode yang umum digunakan adalah 50 dan 200. MA periode 50 biasanya digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka pendek, sedangkan MA periode 200 digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka panjang.Setelah menentukan kedua MA, perhatikan perpotongan antara kedua garis tersebut. Jika MA periode 50 memotong dari bawah ke atas MA periode 200, itu menandakan sinyal beli. Sebaliknya, jika MA periode 50 memotong dari atas ke bawah MA periode 200, itu menunjukkan sinyal jual.Namun, sebelum membuka posisi, pastikan untuk mengonfirmasi sinyal tersebut dengan indikator atau analisis teknikal lainnya. Selain itu, pastikan juga untuk menentukan level stop loss dan target profit yang sesuai dengan strategi trading kamu.

Kelebihan Strategi Crossing MA

Strategi crossing MA memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Sederhana dan mudah dipahami
  • Dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka pendek dan jangka panjang
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis instrumen investasi, tidak hanya forex

Kekurangan Strategi Crossing MA

Selain kelebihan, strategi crossing MA juga memiliki kelemahan, seperti:

  • Tidak efektif saat pasar bergerak sideway
  • Terdapat kemungkinan terjadinya sinyal palsu atau false signal
  • Tidak cocok untuk digunakan pada time frame yang sangat kecil

Contoh Penerapan Strategi Crossing MA

Berikut adalah contoh penerapan strategi crossing MA pada grafik harga EUR/USD dengan MA periode 50 dan 200.

Contoh Penerapan Strategi Crossing MaSource: bing.com
Dari grafik di atas, terlihat bahwa ketika garis MA periode 50 memotong garis MA periode 200 dari bawah ke atas, itu menandakan sinyal beli pada t**ik A. Kemudian, ketika garis MA periode 50 memotong garis MA periode 200 dari atas ke bawah, itu menandakan sinyal jual pada t**ik B.Namun, perlu diingat bahwa strategi crossing MA tidak sepenuhnya dapat diandalkan, sehingga kamu harus selalu mengonfirmasi sinyal tersebut sebelum membuka posisi.

FAQ

1. Apa itu strategi crossing MA?

Strategi crossing MA adalah strategi trading yang menggunakan perpotongan antara dua Moving Average dengan periode berbeda untuk menentukan sinyal beli atau jual.

2. Apa saja kelebihan strategi crossing MA?

Beberapa kelebihan strategi crossing MA adalah sederhana dan mudah dipahami, dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka pendek dan jangka panjang, serta dapat digunakan untuk berbagai jenis instrumen investasi, tidak hanya forex.

3. Apa saja kelemahan strategi crossing MA?

Beberapa kelemahan strategi crossing MA adalah tidak efektif saat pasar bergerak sideway, terdapat kemungkinan terjadinya sinyal palsu atau false signal, serta tidak cocok untuk digunakan pada time frame yang sangat kecil.Terima kasih sudah membaca artikel ini. Jangan lupa untuk selalu melakukan analisis dan riset sebelum membuka posisi trading. Happy trading!