Jenis Cacing Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Manusia Melalui Makanan

Cacing adalah organisme yang hidup di dalam tanah, air, atau bahkan di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis cacing bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa menyebabkan berbagai penyakit. Berikut ini adalah beberapa jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan.

1. Cacing tambang

Cacing tambang adalah jenis cacing yang hidup di dalam tanah. Cacing tambang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing tambang. Cacing tambang bisa menyebabkan inflamasi pada usus halus, yang dapat menyebabkan diare, mual, muntah, dan perut kembung.

2. Cacing pita

Cacing pita adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus manusia. Cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing pita. Cacing pita bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

3. Cacing kremi

Cacing kremi adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus manusia. Cacing kremi masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing kremi. Cacing kremi bisa menyebabkan gatal-gatal di sekitar anus, diare, dan perut kembung.

4. Cacing tambang hati

Cacing tambang hati adalah jenis cacing yang hidup di dalam hati manusia. Cacing tambang hati masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing tambang hati. Cacing tambang hati bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan demam.

5. Cacing trichinella

Cacing trichinella adalah jenis cacing yang hidup di dalam daging babi, daging ayam, dan daging sapi yang belum dimasak sempurna. Cacing trichinella bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, diare, dan demam.

6. Cacing fasciola

Cacing fasciola adalah jenis cacing yang hidup di dalam hati sapi dan kambing yang terkontaminasi oleh air yang tercemar oleh telur cacing fasciola. Cacing fasciola bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan demam.

7. Cacing anisakis

Cacing anisakis adalah jenis cacing yang hidup di dalam ikan mentah. Cacing anisakis bisa menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

8. Cacing ascaris

Cacing ascaris adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus manusia. Cacing ascaris masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing ascaris. Cacing ascaris bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

9. Cacing strongyloides

Cacing strongyloides adalah jenis cacing yang hidup di dalam tanah. Cacing strongyloides masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing strongyloides. Cacing strongyloides bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

10. Cacing whipworm

Cacing whipworm adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus manusia. Cacing whipworm masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing whipworm. Cacing whipworm bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

11. Cacing hookworm

Cacing hookworm adalah jenis cacing yang hidup di dalam tanah. Cacing hookworm masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit. Cacing hookworm bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

12. Cacing schistosoma

Cacing schistosoma adalah jenis cacing yang hidup di dalam air tawar yang terkontaminasi oleh telur cacing schistosoma. Cacing schistosoma bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit. Cacing schistosoma bisa menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, ruam kulit, demam, dan sakit perut.

13. Cacing angiostrongylus

Cacing angiostrongylus adalah jenis cacing yang hidup di dalam tikus. Cacing angiostrongylus bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh kotoran tikus. Cacing angiostrongylus bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, dan sakit perut.

14. Cacing baylisascaris

Cacing baylisascaris adalah jenis cacing yang hidup di dalam kotoran rakun. Cacing baylisascaris bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh kotoran rakun. Cacing baylisascaris bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, dan sakit perut.

15. Cacing gnathostoma

Cacing gnathostoma adalah jenis cacing yang hidup di dalam daging katak, udang, dan ikan mentah. Cacing gnathostoma bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh daging katak, udang, atau ikan mentah. Cacing gnathostoma bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, dan sakit perut.

16. Cacing taenia solium

Cacing taenia solium adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus manusia. Cacing taenia solium masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing taenia solium. Cacing taenia solium bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

17. Cacing clonorchis sinensis

Cacing clonorchis sinensis adalah jenis cacing yang hidup di dalam hati manusia. Cacing clonorchis sinensis masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh ikan mentah atau setengah matang. Cacing clonorchis sinensis bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut, demam, dan mual.

18. Cacing echinococcus granulosus

Cacing echinococcus granulosus adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus anjing dan serigala. Cacing echinococcus granulosus masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh kotoran anjing atau serigala. Cacing echinococcus granulosus bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, dan sakit perut.

19. Cacing opisthorchis viverrini

Cacing opisthorchis viverrini adalah jenis cacing yang hidup di dalam hati manusia. Cacing opisthorchis viverrini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh ikan mentah atau setengah matang. Cacing opisthorchis viverrini bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut, demam, dan mual.

20. Cacing toxocara canis

Cacing toxocara canis adalah jenis cacing yang hidup di dalam usus anjing. Cacing toxocara canis masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi oleh kotoran anjing. Cacing toxocara canis bisa menyebabkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.

Kesimpulan

Beberapa jenis cacing bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa menyebabkan berbagai penyakit. Hindari makanan yang tidak higienis dan pastikan makanan yang dimakan telah dimasak dengan sempurna untuk menghindari terkontaminasi oleh telur cacing atau cacing itu sendiri. Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter untuk pengobatan yang tepat.

FAQ

1. Apa yang harus dilakukan jika kamu makan daging mentah?

Jika kamu makan daging mentah dan kamu merasa tidak enak badan, seperti mual atau diare, segera hubungi dokter.

2. Apakah kita bisa mencegah infeksi cacing melalui makanan?

Iya, kamu bisa mencegah infeksi cacing melalui makanan dengan memasak makanan dengan sempurna dan menghindari makanan yang tidak higienis.

3. Apa saja gejala yang disebabkan oleh cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan?

Gejala yang disebabkan oleh cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan bisa bervariasi, namun umumnya meliputi diare, mual, muntah, dan perut kembung.

4. Apa yang harus dilakukan jika kamu terinfeksi cacing melalui makanan?

Jika kamu terinfeksi cacing melalui makanan, segera hubungi dokter untuk pengobatan yang tepat.

5. Apa saja makanan yang berisiko terkontaminasi oleh cacing?

Makanan yang berisiko terkontaminasi oleh cacing termasuk daging mentah atau setengah matang, ikan mentah atau setengah matang, dan sayuran yang tidak dicuci dengan baik.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan baca artikel lainnya.